Dia menjadi salah satu kekayaan Indonesia dalam bidang musik. Utha Likumahua, laki-laki yang datang dari gudangnya penyanyi bersuara emas, Ambon ini telah terjun ke dunia tarik suara sejak dekade 70-an. Sejumlah hits telah dilahirkan oleh penyanyi Indonesia era 80-an ini, seperti 80-an seperti Aku Tetap Cinta, Masih Ada Waktu, Akira, Adakah, Biru Selintas Rindu, Esok Kan Masih Ada, dan Puncak Asmara. Kini Utha memilih lebih banyak aktif dalam pelayanan Tuhan.
Tampilkan postingan dengan label penyanyi ambon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyanyi ambon. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 September 2010
Utha Likumahua, aku tetap cinta
Dia menjadi salah satu kekayaan Indonesia dalam bidang musik. Utha Likumahua, laki-laki yang datang dari gudangnya penyanyi bersuara emas, Ambon ini telah terjun ke dunia tarik suara sejak dekade 70-an. Sejumlah hits telah dilahirkan oleh penyanyi Indonesia era 80-an ini, seperti 80-an seperti Aku Tetap Cinta, Masih Ada Waktu, Akira, Adakah, Biru Selintas Rindu, Esok Kan Masih Ada, dan Puncak Asmara. Kini Utha memilih lebih banyak aktif dalam pelayanan Tuhan.
Sabtu, 31 Juli 2010
Harvey Malaiholo, sang macan festival
Laki-laki bernama lengkap Harvey Benjamin Malaiholo ini mengawali kariernya di dunia tarik suara sekitar tahun 70-an. Sebelum menjadi penyanyi Indonesia 80-an yang diperhitungkan, ia harus berjuang diantara penyanyi pendahulunya seperti Broery Marantika, Mergie Segers, Trio Bimbo, Dedy Damhudi dan Anna Mantovani, akhirnya popularitas berhasil ia dapatkan pada tahun 1976 saat ia menggondol piala juara pertama Bintang Radio & TV.
Sejak itu berbagai festival menjadi ajang penguji kehandalan bernyanyi pria berdarah Maluku ini. Saking seringnya menjuarai berbagai festival, Harvey Malaiholo sempat mendapat julukan ''macan festival''. Puluhan penghargaan sebagai penyanyi nomor satu lewat festival ia sandang. Diantaranya tampil sebagai “The Best Performer” pada Golden Kite Festival tahun 1982 di Kuala Lumpur- Malaysia. Di tingkat dunia, Harvey pernah menjadi “The Best Singer” dalam “World Pop Song Festival” di Tokyo Jepang tahun 1986. Bahkan hingga tahun 1999 ia masih dapat menyaingin para penyanyi baru dengan menjadi yang terbaik di ajang The Asian Song Festival di Manila. Prestasi di tanah air pernah ditorehkan sebagai penyanyi terbaik dalam Festival Lagu Pop Indonesia. Tahun 1982 (Lady) mendapatkan predikat terbaik dan mewakili Indonesia ke ajang Festival Lagu Tingkat Dunia di Budokan Tokyo, dan bahkan berhasil mengalahkan Celine Dion yang saat itu berlaga mewakili Perancis. Berikutnya ia mendapatkan kesempatan menang sebanyak 4 kali yakni pada tahun 1986 (Seandainya Selalu Satu), 1987 (Kusadari) 1988 (Begitulah Cinta, duet dengan Vina Panduwinata), dan 1990.
Keaktifannya mengikuti festival rupanya merupakan nasihat kedua orang tuanya. Menurut mereka, penyanyi yang baik adalah yang jebolan festival. Oleh karena itu, Harvey lebih memilih jalur festival untuk jalan menjadi penyanyi. Namun diluar ajang festival ia juga berhasil menelorkan sejumlah album, baik solo yang melahirkan sejumlah hits diantaranya Pengertian, Mau Tak Mau, Kisah Kehidupan, maupun kolaborasinya dengan Ireng Maulana dengan hits diantaranya Dia, Terpana, Dara, serta dengan Titik Hamzah, Resah, yang dibawakannya bersama Tina.
Langganan:
Postingan (Atom)





